About my Blog

i'm nothing more than you actually see,but i'm also the complete opposite

Minggu, 28 Februari 2010

barcode unik kreasi jepang

Biasanya gambar-gambar barcode yang bisa kita liat cuma garis-garis warna hitam sama putih.Tapi lain halnya di jepang,orang-orang jepang yang bosan dengan gambar barcode yang itu-itu saja akhirnya membuat barcode dengan design yang unik dan menarik.

apakah kamu bosan sama barcode yang biasa kamu lihat??

Jumat, 15 Januari 2010

wawancara sama pelukis jalanan

ini nich pak wijan,seorang pelukis jalanan yang ada di kawasan glodok.

Kamis, 14 Januari 2010

kusir delman part 2

ini dia nich yang namanya bang hajar.Siapa sangka kalau selain jadi kusir delman dia juga bekerja di Hardrock cafe.

ojek sepeda part 2

ini cuplikan wawancara sama pak sujono.Salah satu tukang ojek sepeda di kawasan kota tua.

kusir delman...

ini dia salah satu objek wisata yang cukup jadi icon kalau kita berkunjung ke monas.Delman.Tapi sayangnya sekarang delman sudah tidak diperbolehkan masuk ke dalam kawasan monas.Aturan ini berlaku mulai tanggal 29 oktober 2009.
Salah satu kusir delman yang bisa ditemui di kawasan sekitar monas adalah bang hajar.Dia memilih profesi sebagai kusir delman karena ingin meneruskan profesi orang tuanya yang juga bekerja sebagai kusir delman.Bang hajar hanya bekerja sebagai kusir delman jika sedang musim liburan saja.Selebihnya dia bekerja di hardrock cafe.Selain dia anggota keluarganya yang lain juga ada yang berprofesi sebagai kusir delman.
Sebenarnya para kusir delman ini keberatan dengan kebijakan pemerintah DKI Jakarta yang melarang delman untuk beroperasi di monas.Karena dengan adanya kebijakan ini pendapatan mereka sehari-hari.Jadi sekarang jika kita ke kawasan monas dan ingin menikmati naik delman kita hanya bisa menikmatinya di luar monas.Tarif untuk naik delman adalah Rp25.000 untuk sekali putaran di sekitar monas.

penyapu di monas..


sebut saja emak,dia adalah seorang penyapu di kawasan monas.Dia sudah mengabdikan dirinya selama 10 tahun bekerja sebagai tukang sapu di monas.Meskipun hasil yang diperolehnya tidak sepadan dengan apa yang dia kerjakan,tetapi dia tetap menikmati profesinya sebagai tukang sapu di monas.Pekerjaan yang dilakukannya dimulai dari pukul 5 pagi sampai jam 11 siang untuk shift pertama.Selanjutnya jika ia ingin mengambil shift kedua maka dia akan melanjutkan kembali mulai dari jam 12 siang sampai jam 5 sore.
Dengan jam kerja yang cukup panjang,sayangnya upah yang diperolehnya perhari tidak sebanding dengan apa yang dikerjakan.Dia hanya mendapatkan upah sebesar Rp16.000 perhari dan tanpa uang makan.Sedangkan ongkos yang ia butuhkan untuk berangkat dari rumahnya di cimone untuk sampai di monas adalah sekitar Rp12.000.
Meskipun anak-anaknya sudah melarang emak untuk tidak bekerja sebagai tukang sapu di monas karena usianya yang sudah masuk usia senja.tetapi,emak berdalih daripada dia menganggur dirumah maka ia lebih memilih untuk tetap bekerja sebagai tukang sapu di monas.
Orang-orang seperti emak inilah yang menjaga kebersihan di kawasan monas.Meskipun hal ini tidak mudah untuk dilakukan.Karena masih banyak pengunjung monas yang masih membuang sampah sembarangan padahal sudah ada tempat sampah yang disediakan untuk membuang sampah.

hargai juga hasil jerih payah orang-orang yang membersihkan kawasan monas ini.Dengan tidak membuang sampah sembarangan.